Kandangan
(MAN 1 HSS) – Dalam upaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus
memberikan pengalaman belajar berorganisasi bagi murid, Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) 1 Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan koordinasi pengembangan program
bank sampah di Bank Sampah Induk HSS, Rabu (30/9/2026). Koordinasi tersebut
dilakukan Kepala MAN 1 HSS H. Akhmad Yani, S.Pd.I., M.M. bersama Abdurrahman., selaku Pemasaran Bank Sampah Induk HSS.
Pertemuan
tersebut membahas rencana pengelolaan sampah di lingkungan madrasah secara
lebih terarah melalui pemilahan sampah dari sumbernya. Sampah yang memiliki
nilai ekonomis akan dikumpulkan secara terpilah dan selanjutnya dikoordinasikan
untuk disetorkan ke Bank Sampah Induk HSS. Program ini direncanakan melibatkan
warga madrasah, termasuk murid, guru, dan tenaga kependidikan.
Kepala
MAN 1 HSS H. Akhmad Yani menyampaikan bahwa program bank sampah diharapkan
tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan madrasah, tetapi juga
membangun kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami
ingin pengelolaan sampah ini tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan sampah,
tetapi bagaimana membangun kebiasaan murid untuk memilah dan bertanggung jawab
terhadap sampah yang dihasilkan. Dengan adanya koordinasi bersama Bank Sampah
Induk HSS, kami berharap program ini dapat dilaksanakan secara terarah dan
berkelanjutan,” ujarnya.
Selain
aspek lingkungan, program tersebut juga dirancang sebagai ruang pembelajaran
bagi murid dalam berorganisasi. Murid nantinya dapat terlibat dalam pembagian
tugas, pengumpulan dan pemilahan sampah, pencatatan, hingga koordinasi
penyetoran ke bank sampah dengan tetap mendapatkan pendampingan dari guru yang
terlibat dalam program.
“Program
ini juga menjadi bagian dari pembelajaran berorganisasi bagi murid. Mereka
dapat belajar membagi tugas, bekerja sama, berkomunikasi, dan menjalankan
tanggung jawab. Namun, prosesnya tetap berada dalam bimbingan dan pendampingan
guru, sehingga murid memiliki ruang untuk belajar sekaligus mendapatkan arahan
dalam setiap tahapan kegiatan,” lanjutnya.
Dalam
pelaksanaannya, madrasah akan mengupayakan pemilahan sampah di lingkungan kelas
dan area madrasah berdasarkan jenisnya. Sampah yang telah terkumpul akan
dihimpun pada tempat yang telah ditentukan sebelum dilakukan penyetoran secara
berkala ke Bank Sampah Induk HSS.
Pengembangan
bank sampah ini menjadi salah satu langkah MAN 1 HSS dalam memperkuat budaya
peduli lingkungan sekaligus menerapkan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan
madrasah. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah serta keterlibatan
aktif murid dengan pendampingan guru, program ini diharapkan dapat menjadi
sarana pembelajaran yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan, tanggung
jawab, dan keterampilan berorganisasi. (Rep/Ft: Husna)






0 comments:
Posting Komentar